Tampilkan postingan dengan label Mainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mainan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juli 2008

Tips Interior: Aman dan Nyaman di Ruang Bermain


Sebelum mendekor kamar bermain anak, orang tua harus tahu apa yang menjadi keinginan anak. Dengan begitu, Anda akan menerapkan sesuatu yang memang diinginkan anak di kamar bermainnya. Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk mendekor ruang beraktifitas putra atau putri kesayangan.

1. Tentukan area yang cocok untuk menciptakan kamar bermain anak. Dianjurkan memilih ruang yang aman, bersih dan sirkulasi udaranya baik.
2. Karena anak-anak menyukai warna, catlah warna dinding kamar bermain dengan warna cerah atau warna yang disukainya.
3. Sesuaikan warna dinding atau perabotan lain dengan jenis kelamin si anak. Pilih warna feminine, seperti pink atau kuning untuk anak perempuan. Dan warna masculine seperti biru tua dan coklat untuk anak laki-laki.
4. Pilih material mainan dan perabotan yang aman untuk anak. Hindari yang mengandung bahan kimia berbahaya. Agar aman, Anda dapat memilih material dari kayu.
5. Hindari pemilihan rak bertingkat yang terlalu tinggi dan letakkan mainan anak di tempat yang mudah dijangkau si kecil.
6. Jika menggunakan karpet, sebaiknya rajin dibersihkan. Jangan pilih karpet bulu karena memiliki potensi menyimpan debu dan air sehingga tidak baik untuk kesehatan si buah hati. Bisa juga Anda gunakan bantalan gabus sebagai alas bermain.
7. Jauhkan peletakan alat-alat elektronik dan listrik seperti kipas angin dan stop kontak dari jangkauan anak-anak. Sebaiknya letakkan di dinding bagian atas. Jangan pula meletakkan obat-obatan di kamar main anak.
8. Perhatikan penempatan perabotan atau mainan anak-anak agar tidak mengganggu aktifitas motoris mereka.

Minggu, 22 Juni 2008

Tips Orang Tua: Merawat Mainan Anak


1. Simpan mainan di rak kecil yang tidak terlalu tinggi agar anak mudah menjangkaunya & tidak mudah terjatuh.
2. Segera rapikan kembali mainan yang berserakan setelah anak bermain untuk menghindari mainan terinjak & rusak.
3. Lakukan selalu pemeriksaan “rutin” di akhir pekan atau hari libur, apakah ada sticker yang terkelupas, jahitan yang longgar, tutup battery/roda yang patah atau lampu yang mati. Segera perbaiki kerusakan kecil tadi.
4. Wajib sediakan selalu kotak “P3K” untuk perawatan mainan anak Anda, yang berisi: battery cadangan berbagai ukuran, obeng plus dan minus, isolasi bening dan lakban, lem serbaguna / superglue, gunting dan alat jahit.
5. Adakalanya perlu melakukan “rotasi” mainan untuk menghindari kejenuhan pada anak. Simpan mainan yang lebih lama dan mulai jarang dimainkan oleh si anak ditempat tersembunyi, lalu keluarkan kembali beberapa waktu kemudian. Lakukan terus-menerus, niscaya anak tidak akan bosan dan terkesan selalu ada “mainan baru”.

6. Bila anak mulai beranjak dewasa, simpan mainan tadi di sebuah lemari pajangan/kaca sebagai kenang-kenangan masa kecil atau mungkin bahkan dapat “diwariskan” (Syam Wasito).

Jumat, 25 April 2008

Tips Anak: Bermain yang Mencerdaskan


Untuk merangsang kecerdasan anak, orang tua dapat menstimulasi anak melalui permainan. Ada beberapa permainan yang dapat menstimulasi kecerdasan anak, antara lain:


1. Awalnya anak diperkenalkan dengan mainan yang sederhana, seperti boneka biasa dengan berbagai warna dan bentuk.

2. Berikan anak mainan yang dapat dibentuk sesukanya (open ended) seperti kubus atau lego.

3. Rangsang kemampuan komunikasi serta kreativitas anak dengan boneka tangan (hand puppet). Orang tua dapat ikut bermain dan mendampingi anak.

4. Bisa juga memberikan anak mainan yang ikut berkembang sesuai usia seperti kereta pasir. Mainan ini dapat dipergunakan anak lebih lama. (ririn s)